Waktu bergulir begitu cepat di bawah naungan langit malam Surabaya. Jam di pergelangan tangan Dewa sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat beberapa menit ketika langkah kakinya dan Ayah Bramasta menginjakkan kaki kembali di pekarangan rumah keluarga Aryadinata. Suasana kompleks sudah jauh lebih lengang. Prosesi pemakaman almarhum Pak RT baru saja selesai dilakukan malam ini juga di tempat pemakaman umum terdekat. Pihak keluarga besar memang meminta agar jenazah segera dimakamkan tanpa menunda hingga esok hari, demi menghindari duka yang berlarut-larut sekaligus menjaga kekhidmatan. Dewa dan Ayah Bramasta ikut mengawal ambulans hingga mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya, ikut mencangkul tanah dan memasang papan nisan di bawah temaram lampu sentir pemakaman. Seme

