53

1363 Words

Bramasta mengembuskan napas panjang, menatap siluet anak perawannya yang masih berdiri memeluk guling di dekat sofa. Beliau perlahan turun dari ranjang, membetulkan letak kaosnya yang agak berantakan dengan gurat wajah yang teramat masam. Melihat reaksi sang ayah yang tampak sangat frustrasi karena agenda "melepas penat" bersama istrinya gagal total, Lintang seketika menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Ia menahan tawa sekuat tenaga agar tidak meledak malam-malam begini. Bahunya sampai naik turun menahan geli melihat Ayah Bramasta yang biasanya berwibawa, kini harus memasang wajah merengut seperti anak kecil yang jajanannya direbut. "Lintang Ayu..." panggil Bramasta, suara baritonnya terdengar begitu berat dan sarat akan kekesalan yang tertahan. Beliau melangkah mendekati putrinya, lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD