"Jangan banyak gerak. Kamu masih pemulihan." Andra mendorong tubuh Reisa dengan lembut ke tempat tidur. Wanita itu tidak bisa diam, mengkhawatirkan ini dan itu. Sementara fisiknya belum sembuh total. Reisa tidak boleh terlambat minum obat. Jika tidak, maka bekas kuret akan terasa ngilu dan dia tidak tahan. "Rendra nanti gimana?" "Biar aja sama Nita dulu. Kamu istirahat. Nanti kalau udah pulih kita ambil, ya." "Tapi aku kangen," rengek Reisa. "Kan ada gue. Kangen sama gue aja," bujuk Andra. "Ndra!" "Sini gue kekepin. Biar anget," bisiknya nakal. Reisa mendorong suaminya saat mulai merapat. Namun, Andra malah menariknya lebih kuat sehingga tubuh mereka menempel erat. Reisa meringis kesakitan saat perutnya terasa ngilu. "Lu enggak apa-apa?" tanya Andra khawatir. "Jangan git

