Satu minggu kemudian. "Pa, Rei pamit." Reisa memeluk papanya dengan mata berkaca-kaca. Wisnu mengangguk sambil mengusap rambut putrinya. Walaupun terasa berat, tetapi dia harus ikhlas melepaskan. "Rendra ... " Air mata Nita menggenang di pelupuk mata. Dia memeluk erat tubuh mungil itu. Rasanya tak rela melepaskan cucu. "Jaga mereka baik-baik." Wisnu berpesan kepada menantunya. Andra mengangguk dan menyanggupi. Selama ini pun dia berusaha menjaga amanah yang telah dititipkan kepadanya. Istri dan anak-anak. Dua lelaki itu berpelukan. Kali ini saling menguatkan satu dengan yang lain. Perempuan tak mengerti bahwa, kaum lelaki juga memiliki banyak kepedihan dalam hatinya. Hanya mereka untuk menyimpannya sendiri dan tidak mengumbar ke mana pun. Bukan karena takut dinilai lemah. Namun

