"Sepertinya Papa kamu benar, maaf." Pleura berlari dengan air mata yang mengucur deras dikedua pipinya. Perkataan Johnson sangat menusuk hatinya. Ternyata benar, sepatah kata dapat lebih menyakitkan daripada luka fisik. "Ra!" panggil Alex namun Pleura sudah pergi menjauh. Alex mengepalkan tangannya kesal dengan perkataan Johnson itu. "Puas?" tanya Alex. "Yes, im satisfied!" Johnson menyeringai, "gadis miskin kayak dia nggak pantes bersanding sama keluarga kita!" "Jaga ucapan anda!" bentak Alex dengan nada tinggi, jari telunjuknya membentuk di depan Johnson. "Santai, Alex. Saya datang kesini bukan mau cari ribut sama kamu." Johnson menepis tangan Alex. "Saya hanya ingin memberitahu bahwa minggu depan kamu harus berangkat ke Inggris." "Inggris?" "Yes, kamu akan kuliah disana!" Ale