Rayyan mengepalkan tangannya di atas kemudi, berusaha tetap tenang meskipun hatinya mulai terasa panas. Ia menoleh ke arah ibunya, dan berkata dengan suara yang tertahan, “Mam, Evelyn adalah istriku, wanita yang sudah kupilih. Apa lagi yang harus Rayyan buktikan untuk mami?” Sarah mendengus pelan, matanya menatap Rayyan dengan pandangan penuh arti. “Buktikan? Kamu tahu, Ray. Wanita yang baik adalah yang bisa menaikkan derajat keluarga, bukan malah menurunkannya.” Oma Maria menatap Rayyan sekilas dari kursi belakang, seolah memberikan isyarat untuk tidak memperkeruh suasana. Namun, Rayyan tidak bisa lagi menahan perasaannya. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. “Mam, Rayyan hanya ingin mami dan oma bisa melihat Evelyn dari sisi yang lain. Dia wanita yang baik, setia, d

