Rayyan memasukkan tangannya ke dalam saku celana, menatap Ayu yang masih berdiri di tepi sungai dengan pandangan datar. Dalam kepalanya, berbagai pertanyaan berkecamuk, tapi hanya satu yang akhirnya keluar dari mulutnya. "Kenapa kamu mau dijodohkan dengan Alan?" Ayu terdiam sebentar, lalu tersenyum kecil—senyum yang entah kenapa membuat Rayyan semakin penasaran. "Aku nggak punya alasan untuk menolak," jawabnya santai. Rayyan mengerutkan dahi. "Maksudnya?" Ayu menarik napas pelan, lalu menatap permukaan air sungai yang mengalir tenang. "Aku kuliah di jurusan kedokteran, Rayyan. Dan kamu pasti tahu berapa mahal biaya kuliah untuk jadi dokter." Rayyan sedikit terkejut. Ia memang tidak tahu banyak tentang Ayu, tapi tidak menyangka kalau gadis itu kuliah di jurusan kedokteran. "Terus?" "O

