Semua orang di ruangan itu terdiam. Suasana berubah tegang. bahkan Ayu—anak dari Lastri yang duduk di ujung ruangan—sampai ternganga, tak percaya dengan tanggapan Rayyan yang begitu spontan dan blak-blakan. “Rayyan,” ujar Maria pelan, mencoba menenangkan suasana, “kamu jangan salah paham dulu, Ray." “Salah paham bagaimana, Mam?” Rayyan mendengus, menatap ibunya dengan penuh amarah. “Apa maksudnya? Mengganti Evelyn dengan seseorang yang bahkan aku nggak kenal?" Sarah berdiri, mencoba mendekati putranya. “Rayyan, dengar dulu, Nak…” Rayyan mengangkat tangannya, meminta maminya berhenti bicara. “Nggak, Mam. Aku sudah cukup dengar. Evelyn adalah istri Rayyan. Apa pun masalah yang kalian miliki dengannya, itu masalah kalian, bukan Rayyan. Aku nggak akan pernah setuju dengan ini, Mam.” Sarah

