DESTRUCTION

1056 Words

Shuuya terus saja menangis sekuat tenaga berusaha keluarkan segala emosi buruk yang ia punya hingga tannpa sadar pingsan dibuatnya. Begitu ia membuka mata waktu telah menunjukkan sore hari. Hal itu dilihat juga dari warna oranye yang merembes masuk lewati celah gorden. Ia tak dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja terjadi. Tidak! Shuuya mengingatnya dengan baik. Tapi ia memang hanya terlalu takut untuk mengakui bahwa semua yang terjadi adalah kenyataan. Air mata kembali membasahi kedua tebing pipinya. Ia tak percaya. Bagaimana bisa semua itu terjadi? “Sebagai seorang pemilik Antigene, kematiannya bahkan tak diketahui oleh kami. Ia bisa mematahkan takdir manusia lain dan dirinya sendiri. Bisa dibilang pemilik Antigene adalah manusia superior,” terang Erick berusaha jelaskan apa yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD