Aurel tidak langsung menjawab ibunya. Telepon masih menempel di telinganya, tapi pikirannya tertinggal di satu kalimat yang terus berputar: foto mereka ada di internet. Jantungnya berdegup keras, bukan karena takut ketahuan publik, melainkan karena ia tahu betul siapa yang paling mungkin berada di balik semua ini. Samuel berdiri beberapa langkah darinya. Wajahnya mengeras. Tatapan yang biasanya tenang kini berubah dingin dan waspada, seperti pria yang bersiap menghadapi ancaman. Ia tidak berkata apa-apa, tapi sorot matanya sudah cukup menjelaskan bahwa situasi ini bukan hal sepele. “Aurel?” suara ibunya terdengar semakin cemas. “Kamu dengar Mama?” “Iya, Ma,” jawab Aurel akhirnya. “Aku baik-baik saja. Itu cuma foto biasa.” “Biasa gimana? Kalian kelihatan… dekat. Orang-orang mulai ngomon

