Kamar mandi mengeluarkan suara air mengalir sementara Aurel duduk kembali di sofa, mencoba menenangkan detak jantungnya sendiri. Rasanya aneh bagaimana setiap kata yang keluar dari Samuel malam itu memiliki bobot berbeda—lebih lembut, lebih jujur. Tidak seperti biasanya. Atau mungkin itu hanya perasaan Aurel saja, tapi tetap saja… hatinya sulit dikendalikan. Ia merapikan gelas jahe yang tadi dipegang Samuel dan membawa kembali ke dapur. Sesuatu dalam dirinya terasa penuh, seperti ingin meledak, tapi ia tahu itu bukan marah atau sedih. Lebih seperti… perasaan bahwa Samuel mulai melihat keberadaannya. Walau hanya sedikit. Air berhenti. Beberapa detik kemudian, Samuel keluar dengan rambut yang masih basah tapi sudah lebih rapi. Ia mengenakan kaus hitam dan celana panjang rumah. Penampilanny

