Bab 30

711 Words

Janji yang diucapkan dengan mudah, sering kali adalah janji yang paling sulit ditepati. Senja mulai turun ketika kami kembali ke pusat kota Kyoto. Lampu-lampu kecil di sepanjang jalan menyala, berkelip lembut seperti kunang-kunang yang bertebaran. Udara malam menusuk tapi indah. Kami memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran kecil yang direkomendasikan oleh pemilik penginapan—tempat dengan nuansa tradisional dan aroma kaldu yang menggoda. Kami duduk berhadapan. Samuel memesan untuk kami berdua, seolah ia sudah hafal apa yang kusukai. Setelah pesanan datang, ia meletakkan sumpit lalu menatapku tanpa berkedip. “Kamu masih kepikiran kejadian tadi?” tanyanya. Aku mengaduk udonku tanpa benar-benar lapar. “Kalau aku bilang tidak, kamu pasti tahu aku bohong.” Samuel mendesah pelan. “Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD