Bab 54

1059 Words

Aurel berdiri kaku di depan Samuel. Tangan pria itu masih menangkup lembut kedua sisi wajahnya, seolah takut Aurel akan menghilang jika ia melepaskannya sedetik saja. Napas Samuel hangat di antara jarak mereka yang sudah tidak pantas lagi disebut jarak. Aurel merasa dadanya sesak bukan karena cemas, tapi karena segala sesuatu yang Samuel buat terasa terlalu… dekat. “Samuel…” suaranya nyaris hilang. “Hmm?” Samuel menunduk sedikit, seperti mendorong Aurel untuk melanjutkan. Seperti menantang. “Aku… aku bingung,” ucap Aurel jujur. “Apa yang bikin kamu bingung?” tanya Samuel, suaranya dalam, rendah, dan begitu dekat sampai Aurel bisa merasakan getarannya. Aurel menghela napas gemetar. “Kamu kadang sangat baik… terlalu baik. Lalu besoknya kamu dingin. Aku nggak tahu kamu maunya apa.” Sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD