Bab 55

977 Words

Aurel tidak langsung menjawab. Tubuhnya masih menempel di tembok dingin itu, sementara Samuel berdiri terlalu dekat, terlalu menguasai ruang, terlalu membuat napasnya naik turun tak teratur. Ada sesuatu di mata pria itu—bukan kemarahan, bukan juga marah terselubung seperti biasanya. Ini lain. Lebih tajam, lebih berbahaya, dan entah kenapa… lebih memabukkan. “Kenapa kamu diam?” suara Samuel rendah, pelan, tapi berat. “Tadi kamu bilang kamu mau bicara. Sekarang malah begini?” Aurel menelan ludah perlahan. “K-kamu terlalu dekat…” “Sengaja.” Samuel tidak bergerak mundur sedikit pun. “Karena kalau aku mundur, kamu pasti lari lagi.” Aurel memutar wajahnya sedikit, menghindari sorotan itu, tapi Samuel menahan dagunya dengan dua jari—gerakan kecil yang membuat seluruh tubuh gadis itu menegang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD