Bab 40

1131 Words

Aurel mendengar suara ibunya di seberang telepon seperti gema yang datang dari tempat jauh, meski sebenarnya hanya beberapa sentimeter dari telinganya. Kepalanya berputar, napasnya tercekik oleh ketakutan yang belum sempat ia pahami penuh. “Ma… foto apa?” suara Aurel terdengar nyaris hanya bisikan. Ia melirik Samuel, dan tatapan lelaki itu sama tegangnya. Rahangnya mengeras, ekspresi seperti sedang mempersiapkan diri untuk sesuatu yang lebih buruk. “Ibu juga nggak ngerti. Tapi Mama lihat ada foto kamu sama Pak Samuel di lobby bandara! Ada tulisan kamu jalan-jalan sama suami kontrak! Apa maksudnya itu, Aurel?!” Nada panik ibunya naik, mengoyak hati Aurel. Darah Aurel seperti mengalir mundur. Kata-kata “suami kontrak” yang keluar dari mulut ibunya seperti pisau yang membelah realitas. Sta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD