Bab 88

1446 Words

Aurel menatap Samuel dengan campuran rasa lega dan cemas ketika mereka keluar dari hotel menuju mobil yang terparkir di tepi jalan. Malam Tokyo dingin, tapi hangatnya genggaman Samuel membuat tubuhnya merasa aman. Samuel membuka pintu mobil untuknya, membiarkannya masuk terlebih dahulu sebelum ia menutup pintu dan masuk ke sisi pengemudi. Mesin menyala, dan mobil melaju perlahan di jalanan yang basah setelah hujan, lampu-lampu kota memantul di aspal. “Aurel,” suara Samuel terdengar pelan di sampingnya, menembus kebisingan kota. “Aku tahu ini berat, semua yang terjadi hari ini—Chelsea, berita, kontrak—aku minta maaf.” Aurel menoleh, menatap wajahnya yang setengah tersembunyi di balik cahaya lampu jalan. “Aku… aku mengerti, Samuel. Ini memang rumit. Tapi aku ingin tetap bersamamu, meski se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD