Bab 89

1332 Words

Aurel berdiri di tepi balkon hotel, menatap pemandangan malam Kyoto yang diterangi lampu-lampu jalan dan cahaya lampion yang berkilau di sungai. Angin malam menerpa rambutnya, membawa aroma hujan yang masih tersisa dari sore tadi. Hatinya masih berdebar kencang setelah perjalanan panjang dan momen di kuil yang membuatnya merasa lebih dekat dengan Samuel daripada sebelumnya. Ia menundukkan kepala, menatap tangannya sendiri yang masih terasa hangat setelah genggaman Samuel di kuil. Samuel muncul dari belakang, diam-diam menatap Aurel dari jarak beberapa langkah. Ia memperhatikan bagaimana Aurel menahan diri, mencoba memahami perasaan yang baru muncul. Samuel menghela napas panjang, lalu melangkah lebih dekat, menjaga jarak yang sopan tapi tetap terasa intim. “Aurel,” panggilnya lembut, mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD