Bab 34

775 Words

Satu tahun. Ia harus bertahan. Dan menjaga diri agar tidak ikut tenggelam dalam kebohongan yang mereka ciptakan. Karena jika ia jatuh… dialah yang akan hancur lebih dulu. Aurel menarik napas panjang lalu memandang meja sarapan yang masih tersisa. Ia membereskan semuanya pelan, berusaha mengalihkan pikirannya dari kejadian barusan. Tatapan itu. Suara itu. Ia tidak boleh mengingat. Tidak boleh berharap. Siang hari, ia duduk di depan cermin kamar hotel sambil memakai gaun merah marun yang sudah dipilihkan. Warnanya terlalu mencolok untuk seseorang yang ingin tersembunyi, tapi ia tidak berani membantah. Gaun itu pas di tubuhnya, seperti dibuat khusus untuknya. Ia menatap bayangannya. Sejak kapan matanya tampak serumit itu? Aurel menyemprotkan parfum ringan lalu mengambil tas kecil. Saat ia be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD