Gitu Aja Repot!

1143 Words

Barbara memasuki mansion putranya. Pesan anonim yang mengatakan bila putranya kini tengah dijebak oleh seorang wanita yang membuat ia tergesa menemui putra semata wayangnya itu. Konon katanya, wanita itu hanya mengejar kekayaan milik sang putra. Yang sudah pasti tak ia inginkan ada di dalam kehidupan Bravino, sampai kapanpun. Ia tak rela putranya dimanfaatkan seperti demikian. Barbara berusaha menghubungi orang itu tapi tak bisa. Nomornya tak aktif. Dari pada ia menambah banyaknya keriput di bagian lehernya-karena perawatan mahal membuat tak ada satupun keriput yang berani menempel di wajahnya di usianya yang telah lebih dari setengah abad itu- jadi ia memutuskan untuk langsung menemui Bravino. "Selamat sore, Nyonya." Barbara disambut oleh kepala pelayan yang mengurus mansion tersebut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD