"Uang belanjanya habis, ya? Ini, semuanya simpan di kamu aja yang hasil balap waktu itu. Kamu yang atur, lagi pula ...." Rajen dikacangi. "Oh, ya. Hari ini Bara jadi renang ke Cikini, Ra?" Huma berlalu tanpa peduli. Rajen menggigit lidahnya kelu. Sejak bangun tidur tadi dia sudah seperti tak kasatmata di sini. Jelas, Humaira sedang marah. Meski tidurnya tidak sampai memunggungi, tetapi Huma belum ada interaksi balasan ke Rajen. Cuma Bara yang interaksi, dia mencium tangan Rajen, pamit mau berangkat sekolah. "Pamud antar—" Ucapan Rajen terpangkas oleh pintu rumah yang Huma tutup dari luar. Rajen menyusul, tetapi ternyata Huma sudah pesan ojol. "Ra!" Padahal daripada naik ojek yang mesti ongkos, diantar Rajen lebih hemat. Huma sudah sampai mendudukkan Bara di jok belakang, lalu dia

