13 | Najis Mughallazah

2020 Words

"Ngapain, Mas?" Tengah malam, sepulang dari arena, Rajen menggosok-gosok pipi dengan pasir yang dia ambil dari pekarangan. Kan, Huma heran. Dia berdiri di ambang pintu kamar mandi, menatap Rajen tidak mengerti. "Kena najis mugoladoh." Maksudnya, najis mughallazah—najis besar. Sampai harus Rajen gosok pipinya dengan pasir. Ini menjijikkan. Huma mendekat. Tadinya masih ngantuk, berniat untuk lanjut tidur, tetapi suara kasak-kusuk Rajen membuatnya penasaran. "Dijilat guguk?" "Lebih najis dari itu." Rajen kesal, Rajen marah, terkhusus pada dirinya sendiri yang telat menghindar. Refleksnya sangat buruk, parahnya tak sempat Rajen tempeleng cewek sialan itu. Di sini ... Huma menatap lekat wajah sang suami, mencermati. Yang dia tahan pergelangan tangan Rajen. "Itu sampe merah pipinya, nant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD