12 | Hadiah Istimewa

1657 Words

"Mamut, Bala belum mau bobok!" Ini pukul setengah delapan malam, barusan habis isya berjemaah. "Tapi Bara harus bobok." Rajen yang menimpali. Eh, Bara menangis. Dia sebal disuruh tidur cepat-cepat, padahal belum ingin. Apalagi Bara siangnya sempat tidur, jadi jam segini belum ngantuk. Wah, wah .... Huma dekap anaknya. Diajak rebahan. Karena sedang menangis, Bara manut ikut rebah. Tadi, sih, ogah. "Belum ngantuuuk," katanya, menangis dramatis. Malah sekarang menjerit. "Ya udah, ya udah, nggak bobok." Huma tenangkan tangisan itu. Pasti suara Bara sampai kedengaran ke rumah tetangga. Rajen menatap si kecil. Huma meliriknya. Menyuruh Bara tidur lebih awal karena Rajen ingin asik-asik jos dengan Huma, you know-lah. Urusan orang dewasa. Soalnya Rajen mau pergi jam sepuluhan nanti. Ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD