Setelah jam pulang kerja Damian langsung buru-buru ganti baju di kantor kemudian masuk ke bilik Toilet selama beberapa menit untuk menetralkan perasaannya. "Aku harus siap! kalau Alana minta putus tinggal paksa dia balikan dengan berbagai macam cara licik. Kamu itu sudah terbiasa licik Damian! jadi jangan takut." ucap Damian pada diri sendiri. Tapi laki-laki itu mendesah lagi begitu tangannya menyentuh pegangan pintu di bilik kamar mandi. "Tapi kalau Alana nggak mau balikan gimana? emangnya aku tega paksa dia balikan kalau dia nggak mau?" ucap Damian lagi lalu mengacak rambutnya frustasi. "Salah paham sialan! pura-pura miskin sialan!" gerutunya kesal. Damian nyaris berteriak karena tiba-tiba ponselnya bergetar. Dia kaget sekali. "i-iya Al," "Assalamu'alaiku mas." "Wa'alaikum salam say