Bab 56

1019 Words

“Kau marah karena sepatumu yang kotor atau karena hal lain, Malven?" Mata Malven melebar sempurna, dia terlihat gugup, tetapi dengan cepat mengubah ekspresinya. “Ap.. Apa maksudmu Khal?" Ucap Malven terbata-bata. “Tentu saja aku marah karena... " Dia menggantung kalimatnya, tatapan matanya mengisyaratkan hal yang berbeda. Khalisa menyipitkan matanya, menatap penuh curiga pada Malven. “Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan, Malven?" “Mana pernah aku menyembunyikan sesuatu darimu, gak pernah, Khal." Sahutnya dengan cepat. Khalisa manggut-manggut pelan. “Kalau begitu kenapa kau gugup dan tatapanmu seperti orang yang mengenang sesuatu." Malven menghela nafas panjang. “Gak usah jadi cenayang, Khal, mana ada aku kayak gitu, calon pengantin kok bawaannya suudzon terus sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD