Bab 53

1307 Words

Malam harinya, ketika si kembar sudah pulang bersama Malven dan hanya menyisakan mereka berdua saja. Khalisa benar-benar telaten mengurus Arsen, dia merapihkan selimut pria itu. Dia pikir Arsen sudah terlelap dalam mimpi, nyatanya Arsen kembali membuka matanya. ​"Khal..." Panggilnya, ​"Ya, Mas?" Arsen terdiam untuk sesaat, sedikit ada keraguan tetapi tetap harus di ucapkan. ​"Kalimat itu... boleh diucapkan sekali lagi, gak?" tanya Arsen, layaknya anak muda yang tengah kasmaran, wajahnya memerah menahan malu. ​Khalisa tersenyum lalu terdiam untuk beberapa detik, dia menatap netra Arsen yang saat ini memancarkan keteduhan dan kenyamanan. Dia tau jika Arsen tengah memperjuangkan sebuah pengakuan dan persaingan dengan Rega, ​Khalisa sedikit membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD