Elia bersyukur, karena saat ngidam tidak ingin yang aneh-aneh. Elia ngidam seperti wanita hamil pada umumnya. Suka makan rujak, malas makan nasi. Yang sering ia makan, mie ayam, mie goreng, dan bakso. Untungnya hal itu tidak mengganggu perkembangan janinnya. Tapi, tidak demikian dengan El. Karena yang ngidam El. El jadi ketagihan makan nasi lima ribuan yang dulu sering dimakan Elia. Semua berawal dari saat El melihat Akbar makan nasi itu di dapur. Besoknya El minta dibelikan pada Akbar nasi lima ribu itu. Kemudian, setiap hari El makan nasi lima ribuan saat makan siang. Tapi El tidak bercerita kepada orang di rumahnya. Nini nya pasti akan mengomel karena tahu hal itu. Selain hal itu, El jadi tidak bisa bangun pagi. Setiap pagi ia diserang rasa pusing dan mual. El tak menyangka, kalau