14. Mengenang Masa Lalu.

1614 Words

Kenes buru-buru turun, lalu berlari kecil menghampiri. "Omaaa!" serunya riang. Begitu mendengar suara itu, sang oma langsung membuka kedua tangannya. "Kenesss, cucuku sayang..." Pelukan mereka begitu erat dan lama-hangat, penuh cinta. "Ya Allah, kamu sudah besar, cantik sekali lagi... Oma kangen," ucapnya lirih. Kenes tersenyum di pelukannya. "Oma datang nggak bilang-bilang. Kenapa nggak kasih kabar dulu?" "Biar jadi kejutan dong," jawab pria paruh baya di sebelahnya sambil tertawa renyah. Pak Bambang yang baru turun dari mobil menyalami pria itu dengan hangat. "Mas Gatot! Kapan sampai?" "Tadi pagi, Mbang. Langsung dari Yogya," jawab Pak De Gatot sambil menepuk bahu adiknya. "Kami semua datang khusus untuk keponakan kesayanganku ini. Masa Kenes ulang tahun, Pak De-nya nggak da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD