15. Jebakan Maut!

1991 Words

Keesokan harinya, tepat pukul enam sore, Alya, Cindy, dan Elly datang menjemput Nawang. Kali ini ketiganya tampil memukau—wajah mereka full make up, namun pakaian yang mereka kenakan masih tampak sopan dan rapi. Bi Laila sempat keluar ke teras, menyambut mereka sambil tersenyum ramah. “Hati-hati di sana, ya, Nawang. Jangan makan dan minum yang aneh-aneh dan pulang terlalu malam,” pesannya tegas. Ada nada khawatir samar yang coba ia sembunyikan. “Iya, Bi,” jawab Nawang, tersenyum kecil. Alya, Cindy, dan Elly pun ikut menimpali dengan sopan, meyakinkan Bi Laila bahwa mereka akan menjaga Nawang dengan baik. Setelah berpamitan, mereka bertiga naik ke mobil, dengan Elly di belakang kemudi. Langit sore meredup, menyisakan semburat jingga yang perlahan ditelan malam. Mobil melaju menuju S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD