"Kamu ngga ikut masuk?" tanya Dinda saat Lucian hanya diam saja ketika Sekretaris Roy membukakan pintu mobil. "Tidak! Kamu pergilah, tidak akan ada yang bisa menyentuhmu selain aku." Dinda sudah panas dingin. Masalahnya bukan itu. Lucian bilang jika dia akan melepaskan adik dan ibu tirinya jika ayahnya bersikap baik padanya. Tapi bagaimana ayahnya mau bersikap baik jika Lucian tidak ada di sampingnya. Ya, dia tahu ayahnya tidak mungkin takut padanya. Hanya pada Lucian lah beliau pasti takut kemudian bersikap baik. "Baiklah!" "Hubungi aku jika ada yang tidak beres." Hanya mengangguk, Dinda kemudian pergi meninggalkan Lucian dan masuk ke dalam rumahnya. Dan benar saja, baru saja kakinya melangkah masuk sebuah gelas mendarat tepat di hadapannya. Hancur berantakan. Untung Dinda sedikit m

