Bab 24. Kesalahan besar

1221 Words

Segera melepaskan cekikan, Lucian langsung menghampiri Dinda dan menggenggam tangannya. Tapi langsung di tepis, Dinda memilih duduk di sofa. "Aku lelah, aku mau istirahat." katanya kemudian membaringkan tubuh membelakangi Lucian. "Biar aku pindahkan ke kasur." Langsung beringsut, Dinda menatap kasur itu dengan tangan mengepal. Entah sejak kapan Dinda menjadi pendendam seperti ini, tapi melihat perbuatan mereka tadi Dinda begitu tersakiti. "Tidak usah. Kasur itu sudah di duduki oleh pemilik aslinya." Mengerti maksud Dinda, Lucian segera menatap Sekretaris Roy. "Buang dan bakar kasur itu. Ganti dengan yang lebih luas dan mewah." "Siap, Tuan." Tapi bukannya senang mendengar hal itu, Dinda merasa semuanya percuma saja. Merasa begitu lelah, Dinda kemudian memilih melanjutkan tidurnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD