"Cari mati ya!" teriak Lucian saat mendapati Bella sudah mengancam Dinda dengan pisau belati di lehernya, dijaga ketat oleh para pengawalnya. "Ya, Lucian. Aku mau mati, jika aku tidak bisa memilimu maka wanita sialan ini juga tidak boleh memilikimu. Dia akan mati bersamaku," kata Bella dengan tersenyum getir. Penampilannya begitu berantakan, tak cantik seperti pertama Dinda melihatnya di kantor waktu itu. "Nona Bella, tolong Tenang kan dirimu." Dinda mencoba bicara, tapi siapa sangka malah membuat Bella menjadi semakin gila. "Diam kamu!" Semakin mendekatkan pisau itu ke leher Dinda, bahkan sudah sedikit melukainya, "Akh!" Dinda mengerang kesakitan. "Jika bukan karena wanita sialan sepertimu, aku dan Lucian pasti sudah menikah. Kamu bahkan sudah hamil anaknya. Oh, ya, anak! Aku juga a

