Seperti anak kecil yang mengekori induknya, seperti itulah Lucian saat ini. Ia tidak lepas dari Dinda sedikitpun, tidak peduli pada Dinda yang kerepotan akibat ulahnya. "Lucian, lepaskan. Bagaimana aku bisa masak jika kamu terus menempel seperti ini?!" "Tidak mau!" Semakin menempel dan memeluk tubuh Dinda erat. Menyerah, Dinda kemudian memilih duduk. "Eh, kenapa berhenti? Apa buburku sudah jadi?!" Lucian yang masih mengekori ikut duduk di samping Dinda. "Ngga ada bubur! Masih beras. Makan aja itu!" Hanya mengecek sebentar, Lucian segera meraih ponselnya. "Tidak apa-apa, jika kamu tidak ingin melanjutkannya biar koki pribadiku yang membuatnya. Kamu, hanya tinggal tidur bersamaku." Sudah menggendong Dinda, Lucian hendak kembali masuk ke dalam kamar tapi segera dihentikan. "Lucian

