17. Keikhlasan

1246 Words

Malam ini Luna benar-benar menguatkan hatinya. Bukan karena ia tidak berani, melainkan karena apa yang akan ia sampaikan pada bapaknya bukanlah perkara sepele. Ini bukan sekadar cerita tentang pekerjaan, bukan pula tentang kelelahan yang ia rasakan beberapa bulan terakhir. Ini tentang masa lalu, tentang janji, tentang lelaki bernama Aksara Mahendra yang kembali hadir di hidupnya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia menunggu waktu yang tepat. Hingga setelah makan malam, Pak Burhan terlihat lebih segar dari biasanya. Meski tubuhnya masih kurus dan wajahnya menyisakan pucat, sorot matanya sudah tidak seteduh beberapa minggu lalu. Televisi menyala di depan mereka, menampilkan acara lawak ringan yang sesekali membuat Pak Burhan tersenyum kecil. Bu Wulan duduk di kursi sebela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD