16. Kita Bicarakan Pada Bapak

1301 Words

Mobil yang membawa Luna melaju dengan kecepatan sedang, membelah malam yang terasa lebih sunyi. Lampu jalan berderet rapi, memantul di kaca jendela, menciptakan bayangan yang bergerak pelan seperti pikiran Luna yang tak pernah benar-benar diam. Di dalam mobil, tak ada percakapan. Luna duduk tegak di kursi penumpang, kedua tangannya saling bertaut di pangkuan. Pandangannya lurus ke depan, tapi pikirannya entah melayang ke mana. Wajahnya terlihat tenang, tapi siapa pun yang mengenalnya akan tahu jika itu hanyalah ketenangan palsu. Di balik kemudi, Aksa sesekali melirik ke arah Luna. Bukan dengan tatapan berani, melainkan lirikan singkat yang sarat kegelisahan. Gadis di sampingnya tampak gelisah, bahunya kaku, napasnya tidak beraturan. Aksa tahu, malam ini bukan malam yang mudah bagi Luna.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD