6. Dewa Kena Blokir!

1702 Words

“Kalau aku enggak langsung tes DNA, sampai kapan kamu akan betah membohongiku, Na? Fafa itu anak kandungku. Dia sangat berhak atas nafkah dariku. Ngerti?!” Aku mendorong Mas Dewa kuat-kuat. Dia mundur, tetapi tidak sampai oleng. Dia kini justru menatapku tajam. “Iya! Fafa memang anak Mas Dewa! Terus mau apa? Mau rebut dia dari aku, hah?! Enggak akan kubiarin! Ngerti?!” “Rebut?” Mas Dewa menatap tak percaya. “Kenapa isi otakmu seburuk itu?” “Karena Mas Dewa seingin itu punya anak sendiri! Sekarang anaknya udah ada. Mas mau apa kalau bukan mau rebut?” “Aku cuma—” “Cuma apaaa?!” nadaku sudah sepenuhnya naik, nyaris teriak. Hanya aku masih menahan diri agar tak benar-benar lepas kedali. “Mas bahkan sampai tes DNA diam-diam begitu. Aku bahkan enggak tahu kapan Mas ambil sampel, tapi tahu-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD