30. Sialan!

1704 Words

“Bu Yuna, kapan ngajak Fafa lagi? Pada kangen, lho, temen-temen!” Pertayaan itu datang tepat setelah aku menyudahi kelas dan tinggal menunggu absensi yang masih memutar di bangku mahasiswa. Dan pertanyaan itu dilontarkan oleh Agil, salah satu mahasiswaku yang paling aktif di kelas. “Kapan, ya? Kapan-kapan, mungkin.” “Yah … Bu! Beneran pada nanyain, lho!” “Kalau Fafa saya bawa, kalian fokusnya ke Fafa, bukan ke saya. Saya enggak mau.” Memang, pernah beberapa kali Fafa kuajak di kelas. Aku sudah izin Pak Ammar, tentu saja. Kata beliau boleh selagi Fafa tak membuat kelas jadi gaduh dan tetap kondusif. Sejauh ini aman. Fafa anak yang tenang. Dia tidak pernah rewel sedikit pun saat di kelas. “Tapi Fafa sehat, kan, Bu?” tanya mahasiswa yang lain. “Alhamdulillah, sehat. Anaknya makin akti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD