BAB 40

1371 Words

Kampus yang tumpah ruah oleh mahasiswa, gelak tawa berbaur dengan suara klakson kendaraan. Ulfa melangkah sambil menunduk di samping Arielle. Jadwal kuliah hari ini sangat padat, hingga sore hari mereka baru selesai. “Lo nggak laper? Mau makan?” tanya Arielle pada sahabatnya. Ulfa menggeleng. “Nggak laper, sih.” “Siang lo nggak makan juga.” “Emang.” Mereka menghentikan langkah di bawah pohon yang agak sepi, menikmati angin yang bertiup sepoi. Helai daun-daun kering beterbangan di sela debu dan udara panas. Sesekali ada burung kecil hinggap di dahan lalu melompat pergi, menerjang angin. “Kenapa lo? Kayak nggak semangat?” tanya Arielle. Ulfa mengangkat bahu. “Gitulah.” “Kenapa? Urusan Pak Robert?” Kali ini Ulfa mengangguk lesu. “Gue salah apa, ya? Masa gue kirim pesan nggak dibalas.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD