Malam sudah sangat larut dan Satria masih terjaga. Pria itu masih duduk di balik meja kerja nya, menatap layar laptop. Dan beberapa berkas di atas meja sedikit berserakkan. Ada juga dua gulungan karton yang terdapat di atas meja di samping Satria. Sesekali ia akan merenggangkan otot leher nya, atau akan menyesap kopi nya. Sampai ia menghela napas lelah, menoleh pada tempat tidur. Tidak ada Airin di sana, membuat dahi nya mengerut. Di lirik jam yang tertera di laptop nya. Sudah tengah malam lewat, dan notif hp nya mulai masuk silih berganti. Tapi ia tidak memperdulikan nya. Satria malah memilih beranjak keluar dari dalam kamar. Saat menuruni anak tangga, samar-samar ia mendengar suara televisi kemudian semakik ia menuruni anak tangga mencapai lantai satu. Ia melihat tivi di ruang tenga

