38 - AYAH DAN PUTRINYA

1582 Words

Terakhir kali ia bertemu dengan Papa nya, saat pesta pernikahan nya. Dan, itu juga dalam situasi yang dingin. Sikap sang Papa masih sangat dingin dan penuh kekecewaan tentu nya. Jelas saja, orang tua mana yang akan bangga jika anak nya menikah karena sudah hamil duluan. Tidak, ada. Jadi, ia selalu saja merasa bersalah pada keluarga nya. Karena, ia sudah gagal menjaga kepercayaan mereka padanya. Kini, ia hanya bisa menyesali semua nya. Seandainya waktu bisa ia putar, ia ingin kembali pada masa sebelum ia bertemu dengan Azka. Tapi, tentu saja itu semua mustahil. Huft Airin mendesah berat, membuat Satira yang sejak tadi menikmati jalanan dari balik jendela taksi yang mereka tumpangi menuju rumah kedua orang tua Airin. Muka Airin terlihat muram, dan juga gelisah. Bahkan ia melihat istriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD