BAB 14

1059 Words

Bugh! Sebuah tendangan tepat mendarat di perut pria asing itu, hingga tersungkur. Mata Yuna terpejam merasakan takut yang luar biasa hingga tubuhnya bergetar saat mendengar suara perkelahian antara dua pria yang tidak dia kenal. "Ampun... Ampun, saya tidak akan melakukannya lagi." Terdengar suara pria yang meminta ampun, takut untuk di habisi. "Pergi!" Mata Yuna langsung terbuka lebar, saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Namun ia enggan untuk menoleh ke arah suara pria itu. Suara langkah terdengar seperti sedang menghampirinya. Yuna masih menundukkan kepalanya dengan ke dua tangan memeluk lututnya. "Kamu..." Suara itu benar-benar terdengar seperti Renan. Tapi mana mungkin Renan bisa sampai ke sini? Dalam waktu yang sangat cepat. "Ini makanannya. Lain kali hati-hati,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD