Oliver? Nama sang suami tiba-tiba terbersit. Hazel menahan geraman mengingat ia tidak memiliki nomor ponsel pria tersebut. Memang aneh, tapi Hazel benar-benar tidak memiliki nomor ponsel pria yang sudah menjadi suaminya itu. Hazel pikir dia tidak akan pernah berada di dalam situasi menegangkan seperti yang ia alami saat ini. Situasi yang membuatnya berpikir jika dia memerlukan Oliver untuk menyelamatkan dirinya. ‘Brak!’ Suara keras terdengar membuat Hazel berjingkat. Refleks, Hazel memegang daadanya. Suara degupnya begitu keras sampai terdengar oleh telinganya sendiri. “Arghhh!” ‘Bugh! Bugh!’ ‘PAAKKK!’ "s**t!" ‘Bugh!’ “f**k!” Suara pukulan, tendangan, erang kesakitan hingga umpatan terdengar dari balik pintu tempat Hazel berada. ‘BRAAAKKK!’ Kembali Hazel berjingkat. Kaki wanita

