Bab.52 Pernikahan Amanda Dan Rangga

839 Words

Dua tahun kemudian. Waktu berjalan dengan caranya sendiri, tanpa menoleh pada luka, tanpa menunggu air mata kering sepenuhnya. Ia hanya terus melangkah, membawa manusia yang bertahan di punggungnya, entah siap atau tidak. Di sebuah tempat yang pernah menjadi saksi kegagalan paling menyakitkan dalam hidup Amanda, kini berdiri altar yang sama, dihiasi bunga-bunga putih dan krem yang lembut. Tempat itu tidak berubah. Namun orang-orang di dalamnya telah melalui ribuan malam panjang untuk bisa kembali berdiri di sana, tanpa gemetar. Amanda berdiri di balik tirai tipis, mengenakan gaun pengantin sederhana yang jatuh anggun mengikuti lekuk tubuhnya. Tangannya bergetar kecil saat menggenggam buket bunga. Bukan karena ragu, melainkan karena ingatan yang berusaha bangkit, tentang janji yang perna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD