Plakk!
"Apa yang kau lakukan kali ini anak sialan!" Soni sangat marah karena Xavier memutuskan kerja sama dengannya dan jelas dia akan mengalami kerugian besar setelah ini.
"A-apa? Aku tidak melakukan apapun, Pa." Ucap Starla yang sebenarnya bingung karena ayahnya tiba-tiba saja menamparnya.
"Xavier memutuskan kerja sama denganku, kita akan mengalami kerugian besar, nama Xavier yang membuat perusahaan kita menjadi semakin maju, tapi dia sekarang memutuskannya. Aku yakin jika ini adalah ulahmu." Ucap Soni.
"Aku tidak melakukan apapun," elaknya, dia tidak yakin namun mungkinkah karena perbuatannya waktu itu saat dia membuat berita tentang dirinya dan Xavier?
"Kau pikir aku tidak tau? Kau membuat berita kedekatanmu secara terang-terangan di sosial media, mungkin karena itu menjadi marah." Ucap Soni.
"Itu ulah orang-orang iseng, bukan aku." Ucap Starla yang mengelak.
Soni mengerang karena marah, dia benar-benar tidak terima jika Xavier memutuskan kerja sama setelah bertahun-tahun lamanya.
Dia akhirnya menemui Xavier yang berada di kantornya, namun sialnya Xavier tidak masuk kerja dan bahkan cuti selama beberapa hari ke depan.
Saat dia ke mansionnya, Xavier juga tidak ada. Dia baru ingat jika Xavier akan menikah besok, dia saja tidak di undang olehnya karena memang hanya keluarga dan sahabatnya yang akan menghadiri pernikahan Xavier.
"Brengsekk!" Soni semakin kesal dan terpaksa harus menunda menemui Xavier hari ini.
Sedangkan ditempat lain, memang Xavier dan keluarganya sudah berada di sebuah hotel di mana nantinya dia akan menikah dengan Grace.
Xavier terlihat sangat senang, dia bahkan bisa teesenyum lepas di depan semua keluarganya saat mereka makan siang bersama.
"Aku sudah lama tidak melihat senyumnya yah seperti ini, Grace memang benar-benar merubah hidupnya." Ucap Helen yang merasa teeharu.
"Ya, aku salut dengannya. Dia adalah pria setia." Ucap Robert.
"Sejujurnya aku juga senang saat Xavier sudah meninggalkan dunia bawahnya yang terus berurusan dengan kematian, saat dia sudsh meninggalkan bisnis itu, lihatlah, dia bahkan sudah tidak menjadi pria brengsekk lagi." Ucap Robert yang dibenarkan oleh Helen.
"Seharusnya kau melihatnya sedari dulu dan menyetujui hubungan mereka." Ucap Robert yang menyalahkan istrinya.
"Aku memang saah, aku minta maaf. Sekarang aku sudah menerimanya, jadi tidak mana mungkin mereka bisa menikah seperti ini." Ucap Helen.
Robert akhirnya diam saja ketika keluarga besannya datag bersama Grace dan bergabung untuk makan siang dengan mereka.
Grace tersenyum tipis saat sesekali keluarga dari Xavier menanyainya atau mengajaknya mengobrol, namun dia sama sekali tidak menoleh ke arahnya atau bahkan meliriknya sama sekali.
Xavier tidak mempermasalahkannya karena sebentar lagi Grace juga akan menjadi miliknya.
Mereka sudah sepakat untuk tidak mengadakan pesta apapun lagi selain pernikahannya besok, Grace benar-benar ingin tertutup dan sederhana.
Banyak dari keluarga Xavier yang sebenarnya kurang menyetujuinya karena pernikahannya benar-benar sederhana dan tertutup, namun mereka juga tidak bisa memaksa karena ini keinginan sang pengantin.
Malam harinya, Xavier mengetuk pintu kamar Grace, dia berniat ingin memberikan sesuatu kepadanya.
"Kau tidak boleh menemuiku, seharusnya kau tau itu." Ucap Grace memperingati.
"Aku pikit itu tidak berlaku untuk kita." Ucap Xavier lalu memberikan paperbag untuk Grace.
"Ini adalah hadiah yang ingin aku berikan kepadamu saat dulu pernikahan kita, tapi aku tidak sempat memberikannya karena kita—
"Tapi aku berharap besok kau memakainya." Ucap Xavier yang tidak meneruskan perkataannya tadi. Dia memilih untuk membahas soal pemberiannya dan memang berharap jika Grace memakainya besok saat pernikahan.
"Terima kasih." Jawabnya lalu menerima pemberian dari Xavier, dia hendak menutup pintu kamarnya namun Xavier mencegahnya karena masih ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
"Grace, aku tau kau menikah denganku karena terpaksa dan karena permintaan Reyhan, tapi cintaku padamu bukan karena terpaksa, kau tau itu kan." Ucap Xavier menjeda perkataannya sebentar.
"Aku tidak berharap banyak, aku tidak akan menuntut apapun kepadamu, tapi mungkin aku hanya menginginkan permintaan kecil."
"Bagaimanapun kau pasanganku dan bahkan hesok akan resmi menjadi istriku, aku hanya ingin kau menghargaiku saat kita sedang bersama di depan keluargaku dan di depan tamu yang akan datag besok," ucap Xavier namun Grace hanya terdiam dan tidak menanggapi apapun.
"Baiklah, istirahatlah, aku mencintaimu," ucap Xavier pada akhirnya.
Dia tidak mau memaksa namun dia berharap Grace memikirkannya. Dia sangat tau bagaimana Grcae dan dia pasti akan memikirkan apa yang dia minta karena permintaannya masih di batas wajar.