Bab 18

906 Words
Dua hari sebelum pernikahan, Gr bahkan masih bekerja, dia tidak mau cuti begitu saja hanya karena pernikahannya dengan Xavier. Namun berita pernikahan Xavier sempat tersebar padahal mereka mengadakannya secara privasi atau tertutup. "Pasti calon istrinya yang kemaren datang, anehnya mereka akan mengadakan peenikahan sangat tertutup, bahkan katanya undangan pernikahan mereka hanya sekitar 50 orang." "Tidak ada yang boleh mengambil gambar atau merekam secara pribadi, jadi mungkin memang tidak akan ada yang tau besok siapa pengantinya." "Tanpa berita, dari kedekatan mereka sepertinya memang Nona Starla pengantinnya, beberapa kali di media selalu memotret diam-diam mereka saat bersama." "Tapi banyak juga yang mengatakan jika mereka dekat hanya karena keperluan bisnis." "Itu bisa saja berita untuk menutupi hubungan mereka. Mungkin mereka memang masih merahasiakannya." Suara gosip bisikan-bisikan terdengar langaung di telinga Grace tentang Xavier dan Starla, namun dia hanya diam saja dan membiarkan semua orang mengira-ngira saja. Dia tidak memiliki selera untuk menyautinya, dia juga tidak ingin mengklarifikasi apapun tentang berita pernikahannya besok. Saat siang hari, ponsel Grace berbunyi, pesan masuk tidak dikenal mengirimkan sebuah foto kepada Grace yang memeperlihatkan Xavier dan Starla kini sedang bersama di sebuah restoran. Grace hanya tersenyum remeh dan seperti mengejek pesan itu. Ini bukan yang pertama kalinya ada yang mengirimkan pesan sepeeti itu, bahkan saat dulu dia memiliki hubungan dengan Xavier, hampir setiap hari pesan masuk sepeeti itu dan bahkan pernah ada foto mereka di hotel, hanya saja memang menampilkan foto mereka berdua. Jika dulu Grace sempat pernah terpancing karena mengira jika Xavier diam-diam menghianatinya, namun sekarang tidak lagi. Dia sangat tau jika di foto iki bukanlah hanya berdua, namun banyak juga rekan kerjanya yang berada di sana. Hanya saja sang pengirim hanya menampilkan Starla dan Xavier seakan-akan berduaan saja di suatu tempat. Bukan hanya mengirimkan kepadanya, ternyata foto itu juga tersebar di beberapa media, banyak yangmemberikan berita dan menggiring jika hubungan mereka sangat dekat, ada juga yang menggiring nerita jika mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka yang dilangsungkan beberapa hari lagi. Grace benar-benar tidak menghiraukannya, dia tidak mau ikut campur berita seperti itu, akan lebih baik jika dirinya makan siang dan gokis lagi dengan pekerjaannya. Berbeda di kantor Xavier, dia sangat marah hesar ketika diberitahu jika ada yang memotretnya diam-diam bersama Starla saat dia meting bersamanya dan bersama jajaran direksi lainnya. "Temukan sumbernya dan penjarakan." Ucap Xavier kepada asistennya. "Anda yakin hanya ingin memenjarakannya, Bos?" Tanya Sissten Xavier. Xavier sendiri mengepalkan tangannya. Jika saja dia tidak terikat janji dengan Grace, maka dia akan membunuhnya karena berani membeeitakan dirinya. "Aku sudah terikat janji, aku tidak akan menjalani kehidupan masa laluku, gunakan polisi saja." Ucap Xavier yang akhirnya di mengerti olehnya. Asisten dari Xavier adalah Hans, orang kepercayaannya sedari dia dulu menggeluti dunia bawah. Dia ikut dengannya sampai saat ini karena ingin setia dengan Xavier. Dalam satu hari, Hans bisa mereduokan herita yang sedari pagi menganggu Xavier, dia juga sebenarnya takut jika Grace tau dan melihatnya. Xavier baru menjemput Grace saat malam karena Grace sedang lembur. "Jangan terlalu lelah, Sayang." Ucap Xavier saat Grace sudah berada di dalam mobilnya. "Aku lembur karena pernikahanku denganmu." Jawab Grace. "Setelah menikah, kau tidak perlu bekerja,." Ucap Xavier. "Apa kau sedang melarangku? Setelah menikah kau berencana ingin mengurungku di dalam mansion besarmu?" Ucap Grace yang malah marah. "Tidak ada yang bisa mengurungmu, kau bebsa ke mana saja dan melakukan apapun asal aku tau itu, aku hanya menghawatirkanmu dan tidak mau jika kau kelelahan, aku mencintaimu, Grace." Ucap Xavier. Dia mengatakannya selembut mungkin karena dia tidak mau Grace tersinggung nantinya. "Aku akan tetap dengan aktifitasku, bekerja adalah hiburanku, dan aku juga senang dengan pekerjaan itu. Aku harap kau tidak terlalu melarangku." Ucap Grace. "Baiklah, maafkan aku. Tapi tolong jangan mengambil lembur, aku tidak ingin kau kelelahan." Ucap Xavier pada akhirnya mengalah. "Kita lihat saja besok." Ucap Grace mengakhiri perdebatan ini. Xavier juga diam saja dan nampak tidak membahasnya lagi. "Apa kau melihat berita hari ini?" Tanya Xavier dengan hati-hati. "Kau lupa profesiku sebagai apa, bahkan berita itu bisa menaikkan perusahaanku jika saja aku bisa mendapatkan berita falid-nya." Ucap Grace dengan tenang dan membuat Xavier merasa bodoh sesaat. Dia sangat lupa jika Grace bekerja di bidang berita dan dia bahkan sebagai wartawan, berita seperti ini jelas saja membuat perusahaan seperti Grace akan semakin menggorengnya. "Tadi pagi memang aku bertemu dnegannya, tapi kita melakukan meting, dak kita bukan hanya berdua, banyak direksi lainnya yang ikut serta dalam meting itu. Aku sudah meminta Hans untuk mencari tau siapa dalamg dibaliknya, pelakunya akan segera tertangkap." Ucap Xavier yang membuat Grace malah tersenyum. "Jika tertangkap, lalu kau akan membunuhnya?" Grace menyindir Xavier dan mungkin saja Xavier kembali kepada masa lalunya. "Tidak! Aku sudah berjanji kepadamu dan aku tidak akan pernah mengingkarinya." Ucap Xavier. "Berit itu bukan hanya ada di berita, bahkan seseorang juga mengirimkannya ke ponselku," ucap Grace pada akhirnya bercerita. "Aku rasa seharusnya kau tau itu ulah siapa, dulu saat kita menjalin hubungan, pesan seperti ini sering ada yang mengirimnya." Ucap Grace. Xavier sejujurnya terkejut karena ternyata gambar itu juga ada yang mengirimkannya secara pribadi ke ponsel Grace. Jelas saja Xavier marah akan hal itu dan tau jika itu ulah Starla. "Aku akan mengurusnya, aku pastikan foto seperti itu tidak akak ada lagi di kemudian hari." Ucap Xavier. Grace tidak menjawabnya, dia hanya menghela nafas panjangnya karena memang saat dia bersama Xavier, selalu ada masalah dan rintangan, untuk itu mereka dulu berpisah. Tapi nyatanya masalah seperti dulu terulang kembali, hanya saja bedanya kini ibu dari Xavier sudah menerimanya dan bahkan kini selalu bersikap baik kepadanya,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD