Bab 12

753 Words
Saat ingin pulang, seperti biasa jika Xavier mengirimkan pesan kepada Grace agar dia keluar dan masik ke dalam mobilnya. "Kau ingin mampir ke suatu tempat dulu?" Setiap ingin kembali, memang Xavier selalu menanyainya yang mungkin saja ingin manpir ke tempat lain. "Tidak." Jawabnya. Xavier akhirnya mengangguk dan tidak memaksa. Dia menjalankan mobilnya dan akan mengantarkan Grace pulang lebih dulu karena dia masih ada urusan. "Starla menemuiku." Ucap Grace tiba-tiba yang membuat Xavier terkejut. "Apa yang dia katakan padamu?" Tanya Xavier. Bahkan hanya bercerita jika Starla menemui Grace saja sudah membuat darah Xavier mendidih. "Meskipun pernikahan ini bukanlah pernikahan impianku, tapi ada nama keluarga yang harus ku jaga, aku berharap jika wanita itu tidak lagi penyebab— "Itu tidak akan terjadi, aku akan benar-benar membunuhnya jika dia berani menganggumu atau menyentuhmu." Ucap Xavier dengan emosi. Grace tersenyum remeh. "Jadi kau akan kembali ke sifat asalmu?" Ucqp Grace. "Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu meskipun harus mengeluarkan sikap asliku." Ucap Xavier. "Dengan tidur banyak wanita juga?" Ucap Grace menyindirnya. "Aku tidak pernah seperti itu." Ucap Xavier. "Kau wanita pertama yang tidur denganku, kau tau itu, dan akan ku pastikan hanya kau yang bisa menyentuhku sampai aku tiada." Lanjutnya. Sedangkan Grace memalingkan wajahnya, nyatanya memang dulu dia dan Xavier pernah tidur bersama dan bahkan merangkai kehidupan yang akan mereka lakui nantinya. "Dulu aku memang brengsekk, tapi aku tidak pernah meniduri mereka." Jelasnya. "Tapi membiarkan mereka menyentuh tubuhmu." Ucap Grace yang membuat Xavier terdiam. Dia tidak bisa membela diri karena nyatanya kehidupan dulunya adalah seperti itu dan hanya Grace yang bisa merubahnya. Banyak fakta yang tidak banyak orang tau tentang kehidupan Xavier dulu, Sikap dinginnya terhadap orang lain nyatanya memiliki kehidupan yang brengsekk dan kejam. Dulu Hampir setiap malam Xavier selalu di datangi seorang wanita dan mereka melakukan hal yang semestinya. Namun meskipun begitu, Xavier tidak pernah mencumbu mereka dan bahkan tidak pernah meniduri mereka. Xavier selalu ingin di puaskan dengan cara lain dan setelah dia puas, para wanita itu akan di usir begiru saja. Kebiasaan brengsekknya dulu akhirnya terhenti ketika dia bertemu dengan Grace dan meluluhkan hatinya ketika dia ditolak olehnya. Bukan hanya casanova, Xavier dulu adalah pimpinan kelompok mafia namun dia rela meninggalkannya karena Grace yang memintanya, dia tidak mau Xavier melanjutkan kehidupan gelapnya dan membunuh banyak orang karena pekerjaan itu. "Aku ingin pulang." Ucap Grace karena Xavier tidak membawanya pulang namun malah menuju jalan lain yang entah ke mana. "Aku ingin kau ikut denganku menghadiri meting." Ucap Xavier. Dia tadinya sebenarnya tidak ingin mengajak Grace, namun karena meting hari ini ada Starla di sana, dia ingin mengajaknya dan mengatakan jika dirinya adalah milik Grace. "Apa? Tidak! Aku tidak mau." Ucap Grace yang menolak. "Di sana ada Starla, dan aku tidak ingin kelepasan dan akan membunuhnya di sana ketika melihatnya, aku ingin dia tau jika hanya kau yang bisa memilikiku." Ucap Xavier. Mendengar itu Grace terdiam. "Kau bisa mencegahnya sendiri tanpa ada aku di sana." Ucap Grace. Xavier tidak menjawab karena dia sudah sampai di restauran di mana di adakan meting besar. "Kau akan malu jika membawaku, ingat jika aku bukanlah menantu favorit keluargamu, latar belakang kita berbeda jauh." Ucap Grace yang berharap jika Xavier tidak membawanya. "Bahkan jika aku harus meninggalkan semuanya agar setara denganmu aku tidak keberatan. Kau segalanya. Grace!" Ucap Xavier lalu keluar dari mobil dan menuju samping pintu Grace untuk membukakannya. "Aku tidak mau!" Grace tetap tidak mau karena dia bahkan tidak tertarik untuk melihat drama yang dulu pernah terjadi di antara mereka ketika Starla membuat ulah. Xavier menghela nafas panjangnya dan akhirnya masuk kembali ke mobilnya. "Kalau begitu kita pulang saja." Ucap Xavier. Dia menghubungi asistennya dan mengatakan jika dirinya tidak hadir di meting kali ini. "Tuan, tapi semua orang sudah menunggu dan ini meting yang sangat penting," ucap asisten Xavier. "Aku tidak peduli, batalkan saja karena aku ingin pulang." Ucap Xavier. "Apa kau menjadi kekanak-kanakan seperti ini? Kau memiliki tanggung jawab dan mengabaikannya hanya karena aku tidak mau ikut denganmu." Ucap Grace yang mengomeli Xavier. "Aku tidak peduli kau ingin mengataiku apa." Ucqp Xavier. Grace mengepalkan tangannya karena nyatanya Xavier menjadi menyebalkan seperti ini. "Oke, fine! Aku ikut." Ucap Grace dengan setengah hati lalu keluar dari mobilnya. Xavier tersenyum tipis, sebenarnya selain ingin menghindari kemarahannya nanti kepada Starla, dia ingin memiliki waktu lebih lama dengannya, karena Grace selalu hanya mau di antar jemput olehnya dan terkadang di mansion pun dia langsung masuk dan jarang menanggapi perkataannya. Dia sangat merindukan omelan Grace dan dirinya yang banyak bicara seperti dulu, seperti sekarang jika dia mengomeli Xavier karena akan melalaikan tanggung jawabnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD