Bab 5

1008 Words
Rumah utama Reyhan penuh dengan duka karena mereka harus kehilangan satu keluarga, bahkan Grace yang tidak mampu mengikuti pemakaman karena selalu pingsan memutuskan untuk dibawa ke rumah sakit. Dia benar-benar drop sampai haris di infus agar memiliki cairan dan tenaga di dalam tubuhnya. Xavier sendiri menatap pemakaman Reyhan, sudah hampir dua jam dia masih berada di sana dan masih mencerna perkaatan Reyhan kepadanya. "Dia sudah bukan milikku, kau harus tau jika dia menangisimu, dia mencintaimu. Bagaimana bisa kau memintaku untuk menjaganya dan menikahinya di mana hatinya hanya ada dirimu." Gumam Xavier. Dadanya rasanya sesak karena melihat kondisi Grace yang sedari tadi pingsan, bahkan dia tau jika Grace saat ini berada di rumah sakit karena saking lemasnya. "Jadi, kau adalah mantan kekasih Grace?" Tanya Roni sang paman dari Reyhan ketika dia sudah tau semuanya. "Kenapa kau malah menyelamatkan Reyhan dengan memberikan darahmu? Ku dengar kau masih mencintai Grace." Tanyanya. "Karena Grace mencintainya, jikapun memungkinkan Reyhan membutuhkan apa yang ada di dalam diriku maka aku akan berikan asal Grace tidak kehilangannya, aku sudah berusaha." Ucap Xavier. Roni terdiam, dia baru tau jika Alexavier ini bahkan bukan pria sembarangan, dia memiliki perusahaan besar dan bahkan di segani oleh kalangan bisnis, namun dia rela mengorban apapun demi Grace? Itu hal yang sepertinya tidak masuk akal karena dia juga tau bagaimana dulu Xavier dijuluki pria brengsekk yang suka mabuk-mabukan dan suka memecat orang tanpa ampun. ***** Xavier mengunjungi Grace di rumah sakit karena dia merasa khawatir dengannya. Dia menyapa orang tua Grace yang ada di sana dan beruntungnya orang tuanya masih menghargainya. "Dia sangat hancur untuk yang kedua kalinya." Ucap Magie menahan sesak di da danya. "Asal kau tau, saat berpisah denganmu, dia lebih banyak diam, dia merasa kehilangan tapi tidak bisa kembali kepadamu karena ibumu. Dulu dia sangat mencintaimu." Ucap Magie. Dia memang tau bagaimana kisah cinta putrinya dulu karena dia dan Xavier sudah menjalin hubungan sangat lama dan bahkan akan menikah, namun sayangnya hubungan mereka benar-benar ditentang oleh ibunya dan bahkan ada oeang ketiga di antara mereka. Untuk itu Grace memilih menyerah dan pergi dari Xavier. Xavier sendiri mengepalkan tangannya. Dia semdiri juga hancur saat berpisah dengan Grace, dia sering sempat menemui Grace dulunya namun karena kesibukannya juga dan membuat dirinya pergi ke luar kota dan negeri membuat dia terkejit ketika sudah ada pria lain disamping Grace yaitu Reyhan. Awalnya dia marah dan menemui Grace. Namun saat Grace mengatakan jika Reyhan adalah kekasihnya dan memintanya untuk tidak menganggunya, membuat Xavier akhirnya tidak pernah lagi menemuinya. Dia hanya terkadang memantaunya dari kejauhan yang memang ternyata mereka benar-benar menjalin hubungan bahkan dia tau jika Grace mulai mencintai Reyhan. "Saat itu kami beruntung karena adanya Reyhan membuat dia sedikit terbantu dan membuat Grace melupakanmu, tapi tuhan malah mengambilnya." Lanjutnya yang masih terisak. Sedari tadi dia melihat putrinya yang masih tidak sadarkan diri. Xavier hanya diam saja, sejujurnya dia juga merasa sakit ketika melihat Grace seperti ini. Dia sudah melakukan sebisa mungkin untuk membantu menyelamatkan Reyhan namun tuhan berkehendak lain. "Xavier." Paggil George ayah dari Grace yang membuat dia menoleh. "Ada yang ingin aku bicarakan." Ucapnya yang di angguki oleh Xavier. Mereka sedikit menjauh dan duduk di salah satu dudukan yang ada di sana. "Kau masih mencintai Grace?" Tanya George. "Bohong jika aku mengatakan tidak! Dia adalah cinta pertamaku dan wanita pertamaku. Aku dulu sangat brengsekk dan tidak memiliki hati. Tapi dia bisa mengubahku dan mengenalkanku apa itu cinta dan kasih sayang. Aku bodoh dulu membiarkannya meninggalkanku hanya karena ibuku. Maafkan aku. Aku sudah meminta Grace kembali tapi dia menyerah dan tetap memilih untuk meninggalkanku." Ucap Xavier. George terdiam sebentar karena memang dia tau bagaimana situasi dan keadaannya dulu. "Lalu bagaimana menurutmu sekarang soal permintaan Reyhan untuk yang terakhir kali?" Tanya George. Kini Xavier yang terdiam. Dia tentu saja sangat ingin menikah dan bersama dengan Grace. Namun mengingat kondisi Grace saat ini dan hatinya tidak untuknya lagi, dia menjadi merasa ragu. "Apa kau sudah memiliki pasangan?" Tanya George karena Xavier hanya diam saja. "Aku sudah berjanji kepada Grace dulu jika aku hanya akan menikah dengannya. Saat aku tau dia akan menikah dengan Reyhan, aku memutuskan untuk pindah ke tempat masa kecilku dan berencana tidak akan kembali. Entah ini rencana tuhan atau bagaimana, tapi jika diberikan kesempatan. Aku ingin menikahinya dan menjadikannya sebagai istriku." Ucap Xavier pada akhirnya. "Meskipun hati Grace masih milik orang lain?" Tanya George. "Aku akan menyembuhkannya." Jawabnya. "Lalu bagaimana dengan ibumu? Dia tidak menyetujui dan bahkan tidak suka dengan Grace? Apa jaminanmu jika kau ingin menjadikan Grace istrimu tapi ibumu bisa menerima Grace dan tidak menganggunya?" "Aku snagat mencintainya, jika di izinkan. Aku akan tetap menikahi Grace meskipun tanpa restu orang tuaku, aku akan membawa Grace pergi dari sini dan hanya akan ada kita berdua. Itu juga satu-satunya cara untuk dia bisa sembuh, jauh dari semuanya." Ucap Xavier. "Aku akan melindungi Grace apapun yang terjadi, aku sudah pernah kehilangan satu kali, aku tidak akan melewatkan kesempatan utuk kehilangan dia untuk yang kedua kali jika di izinkan." Lanjutnya. George mendadak menjadi lega dengan perkataan Xavier meskipun dia belum bisa memutuskan apapun saat ini. "Keluargaku denganmu memang berbeda jauh. Kau pengusaha muda sukses dan dari keluarga yang di horamti, sedangkan kami hanya pengusaha kecil, bahkan Grace tidak sampai sarjana dal pendidikannya, tapi dia adalah wanita yang pintar dan baik, kami— "Paman, tolong jangan merendahkan diri, aku bahkan tidak pernah memandang kalian seperti itu, bagiku kalian adalah keluarga yang luar biasa, " "Ibuku pun menyesali saat dia tidak merestui hubunganku dan Grace, jika memang di izinkan, akan aku pastikan ibuku menerima Grace dan bahkan akan datang melamarnya sendiri bersama ayahku." Lanjutnya. "Sejujurnya aku percaya denganmu, tapi aku tidak bisa memutuskan apapun saat ini mengingat kita semua dalam keadaan berduka, tapi aku lega dengan jawaban dan perkataanmu, setelah semuanya tenang. Aku akan menanyakan hal ini kepada Grace dan ibunya." Ucap George yang di angguki oleh Xavier. Dia menghela nafas panjangnya, mendadak jantungnya berdetak dengan cepat karena merasa takut dan gelisah, meskipun memang situasinya masih dalam keadaan berduka, tapi Xavier sangat berharap jika Grace bisa menerima keadaan yang ada dan mau menerimanya lagi menjadi pasangan hidupnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD