Pagi ini, seperti biasa. Sebelum ke kantor. Xavier selalu mengunjungi Grace, hari ini dia membawakan Grace bunga kesukaannya,
"Kau tidak terlihat ada perjalanan hisnis ke luar kota atau ke luar negeri?" Tanya George.
"Jika ke luar kota pernah, tapi jika ke luar negeri, aku selalu mengirim asistenku yang pergi. Aku tidak ingin menginap dan tidak akan pergi ke mana-mana sebelum pernikahan. Atau paling tidak. Sebelum Grace baik-baik saja." Ucap Xavier.
"Aku baik-baik saja, jangan menjadikan aku sebagai alasan untuk melakukan tanggung jawab pekerjaanmu, aku tidak pernah menghambat pekerjaanmu." Ucap Grace menyauti karena mereka saat ini ada di meja makan.
"Aku tidak pernah berfikir seperti itu, aku hanya ingin berada di sampingmu setiap hari seperti ini sampai kau mau keluar dari rumah." Ucap Xavier.
"Lusa aku akan mulai bekerja, kau tidak perlu menghawatirkanku berlebihan." Ucap Grace pada akhirnya yang membuat semuanya terkejut namun tersenyum.
Xavier sendiri membiarkannya karena dia yakin jika teman di kantornya nantinya bisa membuat Grace sedikit melupakan kesedihannya atas Reyhan.
*****
Lusa, Grace benar-benar pergi bekerja, daat sarapan, seperti biasa jika Xavier berkunjung, sebenarnya selain dia berkunjung, dia juga ingin mengantarkan Grace ke tempat kerjanya hari ini.
"Aku akan mengantarmu." Ucap Xavier.
"Tidak! Aku bisa membawa mobil sendiri." Tolaknya.
"Aku tidak akan membiarkanmu membawa mobil sendiri, tolong jangan menolak, jika memang kau tidak ingik ada yang tau, aku bisa mengantarmu sebelum kantormu." Ucap Xavier.
Grace akhirnya hanya diam saja, namun Xavier bernafas lega karena diamnya Grace mengartikan jika dia tidak menolaknya.
"Tolong jemput Grace juga saat pulang nanti, Xavier." Ucap Magie memberitahu.
"Tidak! Aku bisa pulang sendiri, Ma." Ucap Grace.
"Aku akan mengantar jemput Grace setiap hari, aku juga ingin memantau keadaannya yang harus selalu baik-baik saja." Ucap Xavier.
"Kau pikir aku akan kenapa-kenapa?" Ucap Grace yang memicingkan alisnya.
"Tidak, bukan seperti itu. Maksutku, kau adalah calon istrikua, aku hanya ingin kau tidak selalu sendirian." Ucap Xavier akhirnya menjelaskan.
Grace hanya diam saja dan fokus dengan makanannya.
"Kau tidak makan, Xavier?" Tanya George.
"Aku sudah sarapan di mansion." Ucap Xavier yang dimengerti oleh mereka.
Xavier hanya meminum kopi yang dibuatkan pelayan untuknya setelahnya baru dia dan Grace berangkat ke kantor.
Di sepanjang jalan, Grace hanya diam saja, entah kenapa meskipun dia pernah menjalin hubungan dengan Xavier, namun sekarang dia terasa asing baginya.
"Aku memesan gaun impianmu saat dulu kau sangat menginginkannya." Ucap Xavier memulai pembicaraan.
"Aku sudah memiliki gaun sendiri." Uxap Grace karena dia memang memiliki gaun pernikahan bahkan belum dipakai karena dia gagal menikah.
"Itu gaunmu bersama Reyhan, mungkin jasnya tidak akan cocok denganku, apa kita bisa mengganti—
"Aku tidak mau menggantinya, aku harap kau tidak keberatan karena itu juga gaun impianku." Ucap Grace yang membuat Xavier terdiam.
Grace sendiri tidak kenanggapi lagi karena dia benar-benar tidak mau mengganti gaun pernikahannya. Mau tidak mau Xavier hanya bisa menerimanya.
Setelah sampai di kantor, tidak ada kata dari grace. Xavier hanya diam saja dan memandanginya dari dalam mobil.
Dia mengingat jika dulu saat Grace pernah di antar olehnya, dia pasti selalu menciumnya sebelum turun dari mobil. Semuanya sudah berubah karena di hati Grace bahkan bukan dirinya yang dia inginkan.
Di kantor, teman-teman Grace langsung menyambutnya, banyak yang senang karena kebanyakan memang semua orang menyukai Grace. Dia adalah wanita yang cantik dan pintar di kantor. Untuk itu mereka juga sedih ketika mendapatkan kabar ketika calon suami Grace meninggal di saat satu hari sebelum pernikahannya.
"Kami senang sekali kau bisa masuk bekerja lagi, Grace."
"Ya, kami sangat merindukanmu, kami turut sedih dengan apa yang menimpamu." Ucap teman Grace lainnya.
Grace tersenyum namun matanya mengisyaratkan kesedihan, sambutan teman-temannya malah membuat dia mengingat Reyhan.
Sedangkan di tempat lain, Starla melihat ke arah gedung tinggi di mana itu adalah tempat Grace bekerja. Dia tadinya hanya lewat namun tidak sengaja melihat Grace turun dari dalam mobil Xavier.
"Ternyata kau sudah mulai bekerja lagi, aktingmu kehilangan pria bisa menipu semuanya dan berakting juga untuk lemah agar bisa kembali dengan Xavier." Gumam Starla mencengkram setirnya dengan erat.