"Maaf Om ... Allana hamil karena saya. S ... saya akan tanggung jawab." Allana masih ingat di hari itu mereka berdua menghadap keluarganya. la duduk tepat di sebelah Marchell yang menunduk dan tidak berani menatap wajah ayahnya. Sebenarnya ia sudah jujur mengenai kehamilannya kepada kedua orang tuanya. Namun sebelum kedua orang tua Marchell datang dan meminta dirinya secara baik-baik, ayahnya ingin bertemu terlebih dahulu dengan Marchell. "Umur kamu berapa?" tanya ayahnya sambil menatap Marchell yang lebih banyak menunduk. "Dua puluh lima Om ..." "Hm. Cuma lebih tua setahun sama All. Kamu kerja apa?" Ayahnya menanyakan hal yang sebenarnya sudah Allana jawab saat jujur mengenai kehamilannya. "Seniman. Pelukis Om," jawab Marchell sembari merendahkan kedua bahunya. "Sebulan bisa laku b

