BAB 21

1060 Words

"Gimana kelas kamu? Udah nambah peminat?" Allana membuka obrolan, saat mereka sedang menyantap nasi goreng. "Belum sih. Ini ada satu yang keliatannya minat. Do'ain ya. Anak SMP. Baru tertarik sama seni lukis." "Anak SMP?" "He-em." Marchell mengangguk. "Dia masih berusaha nego ke mamanya. D0'ain ya." Allana menghela napas lega sembari tersenyum samar. Lega, karena calon klien Marchell kali ini terpantau aman. Semoga mama-nya juga aman. Doa Allana dalam hati. "Oh ya aku mau cerita sesuatu sama kamu. Tapi jangan marah ya ... " Allana menatap Marchell. "Apa?" Marchell tampak menaruh perhatian penuh. Allana bukannya ingin mencari masalah. Namun, ia menganggap keterbukaan dan komunikasi itu sangat penting. Meski mereka bukan suami istri lagi, Allana masih menghargai Marchell sebagai ayah M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD