BAB 31

1551 Words

Perempuan itu menatap Althea sesaat lalu menghela napas panjang. “Suamiku juga duda, waktu kami menikah. Anak satu perempuan dan butuh waktu bertahun-tahun sampai akhirnya kami akrab satu sama lain. Aku selalu berusaha meyakinkan dia kalau nggak ada yang mau merebut Papanya, tapi anak itu tidak percaya. Syukurlah, semakin dewasa umur semakin mengerti.” Althea memindahkankan posisi duduknya agar lebih dekat dengan perempuan yang sedang berbicara dengan mereka ini. “Bagaimana keluarga yang lain?” “Keluarga suamiku?” Althea mengangguk dan perempuan di depannya tersenyum pahit. “Penerimaan baik, tapi selalu dibanding-bandingkan dengan istri yang dulu. Kamu harus siap-siap, kalau memang menikah dengan duda. Terlebih duda karena kematian. Kenangan sang istri akan selalu ada dan menghantui.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD